CARA MENINGKATKAN FOKUS BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR

Oleh : Rizki Murwidiawati., S.Pd

 

Anak usia sekolah dasar adalah waktu dimana ia cenderung lebih suka bermain daripada belajar. Sehingga berdampak pada fokus pembelajaran anak, maka dari itu dibutuhkan trik dan tips khusus agar anak mampu belajar secara optimal. Dalam kategori usia sekolah dasar, mereka mengalami berkembangan tahapan berpikir. Menurut teori kognitif Piaget, dalam kompasiana.com pemikiran anak-anak usia sekolah dasar disebut pemikiran operasional konkrit. Dengan demikian anak-anak mulai belajar memecahkan masalah dengan rasional. Oleh karena itu diperlukan pengawasan ekstra dari orang tua. Peran orang tua juga sangat besar terhadap tumbuh kembang anak. Orang tua perlu mengawasi dengan siapa anak bergaul? bagaimana kebiasan pergaulan mereka? Hal tersebut perlu dilakukan sebab usia anak sekolah dasar adalah masa emas anak, dimana perkembangan berpikir mereka meningkat lebih baik dan akan terbawa sampai ia remaja dan dewasa nanti. Hal yang demikian menyebabkan mengapa pentingnya pengawasan dari orang tua dan pendidik supaya menjadi pembiasaan yang baik.

Anak usia sekolah dasar belajar menyelesaikan masalah dari apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan. Sehingga pendidik harus lebih hati-hati dalam bersikap dan berperilaku. Pepatah menyebutkan definisi dari guru yaitu digugu dan ditiru. Sebab dimata anak sekolah dasar,  guru adalah idola mereka. Sehingga tutur kata dan tingkah laku pendidik cenderung Ia tiru. Tak jarang mereka lebih mendengarkan nasehat pendidik daripada orang tua nya sendiri. Oleh sebab itu, besar harapan orang tua kepada pendidik untuk dapat di didik dengan baik dan mempercayakan atau menitipkan anaknya kepada kita. Suatu ketika orang tua kesulitan menasehati anak, orang tua akan melibatkan pendidik agar anak tersebut dapat dinasehati oleh pendidik. Jika sudah demikian memang sinergi antara orang tua dan pendidik sangat diperlukan. Jadi bukan lah dari pendidik saja, melainkan orang tua juga harus peduli dengan perubahan sikap anak.

Ketika di sekolah banyak sekali problem yang dihadapi pendidik, mulai dari pengkondisian kelas, development student, dan fokus anak terhadap proses pembelajaran dikelas. Problem yang akan kita soroti adalah fokus anak  sekolah dasar terhadap proses pembelajaran dikelas, khususnya untuk anak low level. Pada 5-15 menit awal mereka  sangat antusias, begitu selanjutnya intesitas fokus mereka akan menurun secara bertahap. Mulai dari bermain sesuatu, berbicara dengan temannya, dan berpindah tempat (khusus anak hyperaktif). Hal ini menunjukkan kebosanan atau kejenuhan mereka terhadap proses pembelajaran. Jika sudah demikian kita harus me-refresh dengan Ice breaking, bisa juga dengan menerapkan model pembelajaran yang menyenangkan. Tentu nya kita sebagai pendidik harus pandai menentukan model yang menyenangkan mengingat terbatasnya waktu yang kita miliki. Selain itu, kita juga harus menyederhanakan model pembelajaran tersebut, sebab anak low level memerlukan bimbingan khusus dalam teknis pelaksanaannya.

Selain cara diatas kita juga dapat sesekali mengajak anak-anak belajar di luar kelas. Hal ini dapat dilakukan ketika waktu pembelajaran siang hari. Mengapa demikian? Sebab suasana pembelajaran di kelas pada siang hari tidak kondusif. Hal tersebut disebabkan karena Pengaruh cuaca, kelembaban kelas, serta kejenuhan siswa sendiri di dalam kelas, mulai dari pagi sampai siang. Jika kita melakukan pembelajaraan di luar kelas akan sangat menyenangkan dan  bermakna. Kesegaran udara, belajar dikelilingi hijaunya tumbuhan dan indahnya alam akan membangkitkan semangat mereka. Sehingga mereka akan merasa belajar sambil bermain.

Anak seusia mereka adalah usia dimana bermain aktif lebih menyenangkan. Dalam belajar pun terkadang mereka juga tidak lupa bermain. Bukan rahasia umum lagi jika mereka lebih memilih bermain daripada belajar. Maka dari itu kita juga harus mempersiapkan media yang menarik bagi anak. Karena dengan adanya media yang menarik mereka akan tertarik seolah-olah mendapatkan mainan baru. Media pembelajaran inilah yang akan membuat fokus anak meningkat hingga beberapa menit kedepan. Selain itu materi pembelajaran juga harus didesain seminimal mungkin, namun mendapat hasil maksimal. Dalam artian, seorang pendidik harus mampu memilah dan memilih materi, menyederhanakan definisi, memberikan contoh konkrit sederhana dalam kehidudupan sehari-hari. Hal itu dilakukan sesuai kemampuan daya ingat anak low level.

Jadi sebagai seorang pendidik kita harus membuat suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna. Serta kita tidak boleh bosan dalam memberikan nasehat baik pada anak didik kita. Dengan demikian jika suatu saat mereka menjadi anak yang pandai dibarengi dengan kebagusan akhlaknya pula, sehingga berguna bagi agama, nusa, maupun bangsa.

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No announcement available or all announcement expired.