Minggu, 28 Nov 2021
  • Penerimaan Siswa Baru Islamic International School PSM Magetan Tahun Ajaran 2022/2023 ->Daftar

Outing Class from Humanities

Outing Class from Humanities

Oleh : Ristina Windarsari, S.Pd.

atsiri

            Siapa sih yang tidak ingin diajak belajar di luar kelas? Anak-anak zaman sekarang paling suka kalau diajak belajar sambil bermain, baik itu di dalam maupun di luar kelas. Hal inibisa sejenak me-refresh pikiran dari rutinitas belajar mereka.

Hari itu, 27 Juli 2019, Departemen Humanities dan M&S berkolaborasi untuk mengadakan kegiatan Outing Class. Dari sini, saya ingin sedikit membahas tentang kegiatan Outing Class Humanities.

Departemen Humanities mengadakan Outing Classdengan tujuan Astana Giribangun dan Air Terjun Jumog. Kami memilih Astana Giribangun dengan tujuan dapat mempelajari tentang sejarah dari Presiden Soeharto.

Kegiatan ini dimulai dari berangkat pukul 06.00. Tapi karena ada suatu kendala pada kendaraan, maka perjalanan sedikit tertunda. Akhirnya dari tim memutuskan untuk memberangkatkan kendaraan yang lain dan menunggu pergantian kendaraan untuk yang mogok. Alhamdulillah walaupun terkendala kendaraan mogok, anak-anak tetap happy dan menikmati waktu dengan bercanda. Ketika kendaraan datang, kami pun melanjutkan perjalanan dan sampai di Astana pukul 09.00.

Setibanya di Astana, kami berkumpul terlebih dahulu sebelum memasuki area Giribangun. Saat di Astana kami tidak diperbolehkan untuk bersuara keras. Sebelum memasuki tempat makam, kami dihimbau untuk berkumpul dan mengambil foto karena nanti ketikasampai di dalam tidak akan diperbolehkan.

Sesampainya di lokasi, ternyata kami diperbolehkan masuk ke dalam area makam yang seharusnya pengunjung tidak diizinkan untuk masuk ke dalam. Tetapi karena melihat anak-anak yang duduk rapi dan tertib maka akhirnya kami diperbolehkan masuk.

Suasana di dalam sangat tenang. Di sana kami berkenalan dengan Bapak Sukirno. Beliau adalah salah satu pengurus dari Astana Giribangun. Hal pertama yang kami lakukan dalam area makam adalah berdo’a untuk Keluarga Bapak Presiden Soeharto. Setelah berdoa, kemudian ada penjelasan dari Bapak Sukirno tentang sejarah berdirinya Astana Giribangun.

Pada tahun 1974, para pengurus sudah mulai mengelola tanah. Tahun 1975, dimulai pembangunan. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Ibu dari Bu Tien. Lalu, tahun 1976, Astana Giribangunresmi dibuka.

Jarak antara pintu masuk sampai ke dalam makam adalah 17 meter. Bangunan tersebut memiliki tinggi 666 meter di atas permukaan laut. Sebelum Astana Giribangun dibangun, ternyata sudah ada kompleks pemakaman keluarga Putra Mangkunegaran yang dikenal dengan nama Astana Mangadeg. Salah satu yang dimakamkan adalah Pangeran Samber Nyowo.

Di dalam area makam, hanya ada 5 makam. Makam pertama adalah makam Bapak dari Ibu Tien. Selanjutnya ada makam Ibu dari Ibu Tien, makam Ibu Tien Soeharto yang tepat di sampingnya ada makam Soeharto, dan satu lagi makam dari kakak Ibu Tien. Di luar makam utama terdapat makam dari keluarga Soeharto yang jumlahnya ada 23 makam. Dari makam tersebut mempunyai bentuk nisan yang berbeda. Hal itu untuk menandakan nisan laki-laki dan perempuan.

Setelah dari Astana Giribangun, kami melanjutkan perjalanan ke Rumah Atsiri yang dihandle oleh Departemen M&S.

Akhir kegiatan outing ini kami akhiri dengan refreshing di Air Terjun Jumog. Mereka asyik bermain air di sana. Tidak lupa mereka berfoto bersama. Kebetulan, di sana ada pengunjung dari luar negeri. Siswa primary merasa tertantang untuk bercakap-cakap dengan turis mancanegara sekaligus mempraktekkan kemampuan bahasa inggrisnya. Mereka semua terlihat antusias.

Inilah sedikit sharing tentang kegiatan kami, semoga bermanfaat dan menjadi kenangan indah untuk kita semua.

 

 

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR