{"id":312,"date":"2016-08-15T15:11:29","date_gmt":"2016-08-15T08:11:29","guid":{"rendered":"http:\/\/iispsm.sch.id\/new\/?p=312"},"modified":"2016-08-15T15:13:05","modified_gmt":"2016-08-15T08:13:05","slug":"model-pembelajaran-karya-wisata-field-trip","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/iispsm.sch.id\/new\/blog\/model-pembelajaran-karya-wisata-field-trip\/","title":{"rendered":"MODEL PEMBELAJARAN KARYA WISATA \/FIELD TRIP"},"content":{"rendered":"<p>Kediri &#8211; Berbeda dengan darmawisata, dimana para siswa sekedar pergi ke suatu tempat untuk rekreasi. Menurut Djamarah (2002) beberapa istilah lain yang dipergunakan pada metode karya wisata ini, seperti field trip, widya wisata, study tour, dan sebagainya. Teknik Karya Wisata merupakan cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu.Ada yang perlu waktu singkat, dan ada pula yang dalam waktu beberapa hari.<\/p>\n<div id=\"attachment_310\" style=\"width: 310px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/iispsm.sch.id\/new\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/11102962_475603109272182_6532713535258350996_n.jpg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-310\" class=\"size-medium wp-image-310\" src=\"https:\/\/iispsm.sch.id\/new\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/11102962_475603109272182_6532713535258350996_n-300x225.jpg\" alt=\"model pembelajaran field trip\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/iispsm.sch.id\/new\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/11102962_475603109272182_6532713535258350996_n-300x225.jpg 300w, https:\/\/iispsm.sch.id\/new\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/11102962_475603109272182_6532713535258350996_n.jpg 960w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-310\" class=\"wp-caption-text\">model pembelajaran field trip<\/p><\/div>\n<p>Menurut Mulyasa (2005) Metode karya wisata adalah untuk memperoleh pengalaman belajar, terutama pengalaman langsung dan merupakan bagian integral dari kurikulum sekolah. Meskipun banyak hal yang bersifat non akademis, namun tujuan umum pendidikan berkaitan dengan pengembangan wawasan pengalaman tentang dunia luar dapat dicapai.<br \/>\nMenurut checep (2008) Karyawisata memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar, dapat merangsang kreativitas siswa, informasi dapat lebih luas dan aktual, siswa dapat mencari dan mengolah sendiri informasi.<br \/>\nManfaat Metode karyawisata<br \/>\nMembantu memahami kehidupan riil dalam lingkungan beserta segala masalahnya . Misalnya toko, museum, kantor, percetakan, bank, pengadilan, atau kesuatu tempat yang mengandung nilai sejarah\/kebudayaan tertentu.<br \/>\nGuru perlu menetapkan tujuan pembelajaran dengan jelas, mempertimbangkan pemilihan teknik, menghubungi pihak obyek yang akan dikunjungi untuk merundingkan segala sesuatunya, penyusunan rencana yang masak, membagi tugas-tugas, mempersiapkan sarana, pembagian siswa dalam kelompok, serta mengadakan survei ke obyek yang dituju. Guru perlu juga menentukan metode mengumpulkan data, mungkin berwujud wawancara, pengamatan langsung, dokumentasi dan lain lain.<br \/>\nSelama karyawisata berlangsung para siswa harus ditanamkan disiplin dalam mentaati prosedur yang disepakati di kelas.<\/p>\n<p>By Islamic International School Pesantren Sabilil Muttaqien Kediri (IIS PSM Kediri)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kediri &#8211; Berbeda dengan darmawisata, dimana para siswa sekedar pergi ke suatu tempat untuk rekreasi. Menurut Djamarah (2002) beberapa istilah lain yang dipergunakan pada metode karya wisata ini, seperti field trip, widya wisata, study tour, dan sebagainya. Teknik Karya Wisata merupakan cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu.Ada yang perlu waktu singkat, dan ada pula yang dalam waktu beberapa hari. Menurut Mulyasa (2005) Metode karya wisata adalah untuk memperoleh pengalaman belajar, terutama pengalaman langsung dan merupakan bagian integral dari kurikulum sekolah. Meskipun banyak hal yang bersifat non akademis, namun tujuan umum pendidikan berkaitan dengan pengembangan wawasan pengalaman tentang dunia luar dapat dicapai. Menurut checep (2008) Karyawisata memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar, dapat merangsang kreativitas siswa, informasi dapat lebih luas dan aktual, siswa dapat mencari dan mengolah sendiri informasi. Manfaat Metode karyawisata Membantu memahami kehidupan riil dalam lingkungan beserta segala masalahnya . Misalnya toko, museum, kantor, percetakan, bank, pengadilan, atau kesuatu tempat yang mengandung nilai sejarah\/kebudayaan tertentu. Guru perlu menetapkan tujuan pembelajaran dengan jelas, mempertimbangkan pemilihan teknik, menghubungi pihak obyek yang akan dikunjungi untuk merundingkan segala sesuatunya, penyusunan rencana yang masak, membagi tugas-tugas, mempersiapkan sarana, pembagian siswa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":313,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[50,15,48,27,9,14,49],"class_list":["post-312","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-field-trip","tag-iis-psm","tag-iis-psm-kediri","tag-islamic-international","tag-islamic-international-school","tag-magetan","tag-model-pembelajaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/iispsm.sch.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/312","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/iispsm.sch.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/iispsm.sch.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iispsm.sch.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iispsm.sch.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=312"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/iispsm.sch.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/312\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":316,"href":"https:\/\/iispsm.sch.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/312\/revisions\/316"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iispsm.sch.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media\/313"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/iispsm.sch.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=312"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/iispsm.sch.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=312"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/iispsm.sch.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=312"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}