Minggu, 28 Nov 2021
  • Penerimaan Siswa Baru Islamic International School PSM Magetan Tahun Ajaran 2022/2023 ->Daftar

Young Indonesian Khalifah Starts Here

Young Indonesian Khalifah Starts Here

Oleh :

Anang Nurkholis 

Guru IIS PSM Magetan

Perintah sangat mendasar yang terdapat dalam ajaran Islam adalah mengesakan Allah (Tauhid) dan cegahan melakukan tindakan syirik. Tauhid dan syirik adalah dua sisi yang tidak dapat dipisahkan meskipun antara satu dengan yang lainnya sangat berbeda. 

Sisi pertama ; tauhid. Allah berfirman:

Katakanlah: Dia-lah Allah, yang Maha Esa.  Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”(Q.S Al-Ikhlas:1-4).

Dan sisi kedua adalah cegahan syirik sebagaimana firman-Nya:

”Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun.”(Q.S. An-Nisa : 26).

Perintah mengesakan Allah mengandung arti bahwa manusia hanya boleh tunduk kepada Allah. Ia tidak boleh tunduk kepada selain-Nya. Karena ia hanya boleh tunduk kepada Allah, maka manusia dijadikan khalifah. Karena manusia adalah khalifah di bumi, maka alam selain manusia ditundukkan oleh Allah untuk manusia sebagaimana firman-Nya:

“Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.” ( Q.S Ibrahim : 32)

“Tidakkah kamu perhatikan Sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa kitab yang memberi penerangan.” (Q.S. Luqman:20)

Dari firman Allah yang telah disebutkan itu menunjukkan bahwa bumi, langit, laut serta segala yang ada di dalamnya dan di antara keduanya telah ditundukkan Allah untuk kepentingan manusia. Apabila tunduk kepada selain Allah berarti manusia telah menyalahi fungsinya sebagai khalifah fil ardh. Tunduk kepada Alam berarti tunduk kepada selain Allah. Tunduk kepada selain Allah berarti mempersekutukan Allah (Syirik).

            Dengan demikian, tauhid mendorong manusia untuk menguasai dan memanfaatkan alam karena sudah ditundukkan untuk manusia. Perintah mengesakan Allah dibarengi dengan cegahan mempersekutukan Allah (Syirk). Jika manusia mempersekutukan Allah berarti ia dikuasai oleh alam, padahal manusia seharusnya yang menguasai alam karena sudah ditundukkan oleh Allah.

            Konsekuensi dari tauhid adalah bahwa manusia harus menguasai alam dan haram tunduk kepada alam. Menguasai alam berarti menguasai hukum alam; dari hukum alam ini ilmu pengetahuan dan teknologi dikembangkan.

Manusia sebagai khalifah fi al-ardh mempunyai tugas sebagai wakil atau “pengganti Tuhan” di bumi dan untuk  memelihara bumi ini. Untuk itulah manusia perlu mengembangkan pengetahuannya. Dan dari ilmu pengetahuannya tersebut bisa dihasilkan teknologi. Teknologi merupakan aplikasi dari sains sebagai respon atas tuntutan kehidupan manusia yang lebih baik. Bisa dibilang teknologi itu untuk membantu kerja manusia. Bentuk penciptaan teknologi atau pengembangan teknologi oleh manusia mendorong kinerja manusia untuk memelihara bumi ini.

            Sebaliknya syirik berarti tunduk pada alam. Tunduk kepada alam berarti manusia dikuasai oleh alam, manusia yang dikuasai  oleh alam melahirkan kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan.

            Jadi, terdapat hubungan timbal balik antara tauhid dengan dorongan pengembangan ilmu pengetahuan; juga ada hubungan antara syirik dengan kebodohan.

Dengan demikian sumbangan atau peran Islam dalam kehidupan manusia adalah terbentuknya suatu komunitas yang berkecenderungan progressif yaitu komunitas yang dapat mengendalikan, memelihara, dan mengembangkan kehidupan melalui pengembangan ilmu atau sains. Penguasaan dan pengembangan sains bukan saja termasuk amal saleh, melainkan juga bagian dari komitmen keimanan kepada Allah SWT.  Upaya Islamic International School PSM menyelenggarakan pendidikan dengan menekankan “global mind” dan “islamic value” memungkinkan untuk menghasilkan output yang digambarkan sebagaimana disebutkan di atas. Tentu itu semua itu harus dibarengi dengan konsistensi dan upaya optimal dari semua civitas akedemika yang terlibat di dalamnya, sehingga kalimat “Young Indonesian Khalifah Starts Here” tidak hanya sekedar slogan tetapi juga menjadi kenyataan, insyaallah.

IIS PSM Magetan

Tulisan Lainnya

LAKI-LAKI HEBAT
Oleh : IIS PSM Magetan

LAKI-LAKI HEBAT

Sedekah di Titik Terendah
Oleh : IIS PSM Magetan

Sedekah di Titik Terendah

Mengajarkan Sopan Santun pada Balita!
Oleh : IIS PSM Magetan

Mengajarkan Sopan Santun pada Balita!

Speech Delay Pada Anak
Oleh : IIS PSM Magetan

Speech Delay Pada Anak

Bukan Hanya Tugas Ibu
Oleh : IIS PSM Magetan

Bukan Hanya Tugas Ibu

0 Komentar

KELUAR