rempeyek

Oleh : Sastyaveani Rhea Revansyah/Alumni SMA IIS PSM Magetan 2019
Mahasiswa Ekonomi Bisnis Internasional, Zhejiang University of Technology, China

Bulan Ramadan adalah momentum yang dirindukan oleh setiap umat muslim yang beriman. Hadirnya tamu Agung tersebut selalu menghadirkan kebahagiaan, ketenangan hati, serta kehangatan jiwa bagi siapapun yang memuliakannya. Bagaimana tidak? Di bulan itu, masjid-masjid selalu ramai oleh jamaah yang berjubel untuk bertarawih, mengais ridhoNya. Di bulan itu, gema tilawah akan selalu terdengar dari pengeras suara di musholla-musholla terdekat, mengagumi kalamNya – walaupun kali ini tidak.

Tak dapat dipungkiri, akibat persebaran Virus Corona yang membabi buta, Ramadan tahun ini berbeda dengan Ramadan-Ramadan penuh kenangan ditahun-tahun sebelumnya. Tradisi yang kerap kita lakukan, kini harus terpaksa dikurangi atau bahkan ditinggalkan. Tidak terkecuali berbuka puasa bersama. Pasalnya, dalam aktivitas ini ada dua kebaikan yang hadir; memberi makan orang yang berpuasa dan bermuwajjahah atau bersilaturrahim. Kebaikan yang kedua memang belum dapat kita lakukan, tapi ingat, memberi makan orang yang berpuasa akan selalu memberikan kesempatan bagi kita untuk berbuat baik – dengan cara apapun. Menraktir ojol? Mengirim makanan melalui Go Send ke panti atau lembaga sosial terdekat? Berdonasi? Semuanya berkah, semuanya mulia. Yang penting niatnya. Karena yang kaya bukan yang mampu membeli, tapi kaya adalah mereka yang mampu memberi.

Mari kita meneladani sebuah kisah mengenai pe-rempeyek-an. Secara umum, rempeyek adalah gorengan tepung terigu yang dicampur dengan air hingga membentuk adonan kental, lalu di beri bumbu. Kemudian diberi bahan pengisi yang khas, biasanya kacang tanah atau kedelai – kali ini ebi. Peran tepung dalam pembuatan rempeyek adalah sebagai pengikat. Mengikut sertakan ebi dalam nikmatnya kudapan pelengkap ini. Sebagaimana tepung dapat dimisalkan menjadi orang yang mampu, sementara ebi sebagai sisi seberangnya, kaum dhuafa atau orang-orang yang kurang mampu. Tentu saja, rempeyek adalah nama ibadahnya, yaitu sedekah. Memberi makan orang yang kurang mampu dalam bulan Ramadan, dapat mengikut sertakan mereka dalam indahnya Bulan Ramadan. Momen mulia dalam merangkul sesama, untuk bersama-sama meraih berkah dan ampunanNya.

Allah SWT telah menjanjikan ganjaran yang luar biasa bagi mereka yang melakukannya. Dengan banyak berderma – memberi makan orang yang berpuasa dibarengi dengan berpuasa, itulah jalan menuju surgaNya. Dari Ali, ia berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalam terlihat dari bagian luarnya.” Lantas seorang Arab Baduwi berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan, wahai Rasulullah?” Nabi menjawab, “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa serta yang shalat pada malam hari di waktu manusia lain tertidur.”

Saudaraku, jangan urung untuk memberi orang lain hanya karena kita berpikir apa yang kita miliki masih terlalu sedikit. Karena sesungguhnya, Allah akan membalas orang yang berbuat baik walaupun hanya sebesar biji zarrah. Yang diberi, juga sebaiknya tidak mengeluhkan jika apa yang diterimanya terlalu sedikit. Sebagaimana diberi rempeyek, sebaiknya jangan sekali-kali berharap nikmatnya rambak. Karena Allah tidak suka orang-orang yang melampaui batas. (Rhea)

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No announcement available or all announcement expired.