Mendidik Anak Dengan Cinta, Bukan Manja

Oleh Dewi Chandrawati, S.Pd. (Preschool Teacher)

 family-6

(sumber gambar : https://muslimkids.tv/)

Anak adalah investasi masa depan yang berharga bagi setiap orang tua. Sudah pasti setiap orang tua menginginkan hal yang terbaik untuk buah hati mereka. Wajar jika kita sebagai orang tua ingin memenuhi semua kebutuhan anak. Namun, jangan sampai rasa sayang kita justru menjadikan anak-anak kita menjadi anak yang manja.

Usia dini yang merupakan masa emas anak, jadi akan sayang untuk dilewatkan oleh orang tua karena masa tersebut merupakan pondasi pembentukan karakter anak di masa depan. Nah, sebagai orang tua yang bijak, apa saja sih yang sebaiknya kita lakukan dalam mendidik anak? Berikut beberapa hal yang bisa kita tanamkan kepada anak di usia emas mereka:

  1. Membiasakan “3 kata ajaib”: Maaf, Tolong dan Terima kasih

Tiga kata sederhana tersebut mampu memberikan dampak positif pada diri anak. Secara tidak langsung, melalui pembiasaan tersebut, kita mengajarkan anak tentang etika/sopan santun dalam kehidupan sosial mereka, sehingga anak akan nyaman berinteraksi dengan orang lain.

  1. Pentingnya Berkata Jujur

Sikap jujur harus dimulai dari orang tua. Hindari kebohongan sekecil apapun kepada anak. Marah dan berteriak dalam menghadapi permasalahan anak adalah salah satu pemicu kebohongan. Sebaliknya, berbicara dengan tenang dan halus justru akan membuat mereka bersikap terbuka.

  1. Belajar Disiplin

Mengajarkan sikap disiplin pada anak bisa dalam berbagai bentuk, diantaranya:

  • Memberi teladan.

Anak selalu menirukan apa yang dilihat. Sebagai contoh, ketika waktu sholat tiba, orang tua mencontohkan untuk segera berwudhu dan sholat. Dengan demikian, anak akan menirukan.

  • Kenalkan batasan boleh/tidak boleh (tegas)

Salah satu contoh bentuk pengenalan batasan dan ketegasan tersebut misalnya ketika kita mengajak anak untuk berbelanja di swalayan. Sebagai orang tua, kita membuat perjanjian di awal dengan anak “kita beli jajan ya, bukan mainan”. Ketika pada kenyataannya saat di swalayan anak  mulai mogok minta mainan, tegaskan kembali perjanjiannya. Buang rasa malu oleh lirikan banyak orang dengan sikap kita dan reaksi yang dimunculkan oleh anak. Bahkan ketika anak tantrum, tetaplah bersikap tenang dan tunggu sampai anak tenang kembali.

  • Konsisten

Penerapan sikap ini membutuhkan kerjasama yang baik antara Ayah dan Bunda. Ketika satu aturan ditetapkan, Ayah dan Bunda sebagai orang tua harus memiliki pandangan yang sama atau ‘satu kata’.

  • Berikan reward dan konsekuensi.

Pemberian hadiah akan menjadi hal yang sangat menyenangkan bagi anak ketika mereka ‘sukses’ dalam melakukan ‘misi’ dari Ayah/Bunda, bahkan akan membuat mereka bersemangat dalam melakukan ‘misi-misi’ kedisiplinan selanjutnya. Sebaliknya, konsekuensi akan membuat mereka lebih awaredalam bertingkah laku.

  1. Mengenal Rasa Tanggung Jawab

Berilah anak kesempatan untuk melakukan sesuatu secara mandiri. Hindari sikap yang selalu memberikan bantuan kepada anak. Tentu saja harus dimulai dari hal yang paling sederhana, seperti merapikan mainan selesai bermain, mengembalikan piring di tempat cucian selesai makan, dan lain sebagainya. Beri dukungan dan pujian agar anak bangga akan prestasinya dalam bertanggung jawab.

  1. Rasa Kasih Sayang

Menunjukkan rasa kasih sayang kepada anak adalah keharusan. Dengan kasih sayang, anak akan tahu bahwa kehadirannya sangat penting bagi kedua orang tuanya. Sehingga, dia juga akan belajar kasih sayang kepada orang lain sebagaimana perlakuan orang tua kepadanya.

Demikian beberapa hal yang bisa kita tanamkan kepada buah hati kita sejak dini. Mendidik anak dengan cinta akan lebih bermanfaat bagi kehidupan anak kita kelak. Sebaliknya, jika kita memanjakan anak justru akan membuat anak kesulitan dalam kehidupannya nanti. Ayah dan  Bunda memilih mana? Mari menjadi orang tua yang bijak dalam mendidik generasi penerus peradaban.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No announcement available or all announcement expired.