Jumat, 9 Maret 2018, sekolah bekerjasama dengan Puskesmas Candirejo mengadakan vaksinasi difteri untuk siswa-siswi IIS PSM Magetan dari level Primary hingga Preuniversity.  Wabah penyakit difteri akhir-akhir ini sangat meresahkan masyarakat karena telah menelan banyak korban di tahun 2017, sehingga pemerintah memasukkan penyebaran wabah penyakit difteri ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Sejak Januari hingga November 2017 tercatat 593 kasus difteri, tersebar di 95 kabupaten dan kota di 20 provinsi, dengan angka kematian 32 kasus. Data World Health Organization (WHO) tentang penyakit difteri menunjukkan jumlah kasus difteri di Indonesia naik turun sejak 1980-an. (sumber)

Pentingnya Vaksin Difteri (sumber artikel)

Kementerian Kesehatan RI menganjurkan vaksinasi difteri sebagai upaya penanggulangan dan pencegahan meluasnya KLB (Kejadian Luar Biasa) difteri di Indonesia. Program vaksinasi dari pemerintah Indonesia melalui ORI (Outbreak Response Immunization), memberikan imunisasi difteri terutama bagi penduduk Indonesia berusia 1-19 tahun yang tinggal di sekitar penderita difteri. Sedangkan vaksinasi difteri pada orang dewasa diharapkan dapat dilakukan secara mandiri di fasilitas kesehatan pemerintah atau swasta.

Mencegah Penularan Difteri

Difteri merupakan penyakit yang dapat menyebabkan masalah pernapasan, kelumpuhan, gagal jantung hingga berujung kematian. Penyebarannya adalah melalui udara ketika penderita difteri batuk atau bersin. Vaksinasi difteri pada anak maupun orang dewasa berfungsi memicu timbulnya kekebalan tubuh terhadap bakteri penyebab penyakit tersebut. Umumnya pemberian vaksinasi difteri bersama dengan vaksin lain dilakukan pada usia bayi 2, 3, dan 4 bulan, sesuai dengan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2017. Vaksinasi itu dikenal dengan DTP, sebagai upaya perlindungan terhadap penyakit difteri, tetanus, dan batuk rejan (pertussis). Jika vaksin yang diberikan jenis DTPa, maka vaksin diberikan pada usia 2, 4, dan 6 bulan. Anak berusia 7 tahun ke atas dan orang dewasa diberikan rekomendasi untuk memperoleh vaksinasi Td atau Tdap. Dilanjutkan dengan pemberian vaksinasi ulang (booster) minimal setiap 10 tahun sekali.

Alhamdulillah, dengan adanya vaksinasi difteri ini, semoga siswa-siswi IIS PSM Magetan tetap sehat sehingga dapat terus belajar dengan baik. Aamiin.

WhatsApp Image 2018-03-09 at 11.09.32

suasana saat vaksinasi difteri

suasana saat vaksinasi difteri

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No announcement available or all announcement expired.