Pada hari Selasa, 10 Oktober 2017, IIS PSM Magetan mendapatkan kunjugan dari SDI Tebu Ireng Ir.Soedigno, Jombang. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat lingkungan serta kurikulum pembelajaran yang ada di IIS PSM Magetan. Rombongan berjumlah kurang lebih 25 orang.

Rombongan SDI Tebu Ireng tiba pada pukul 08.00 WIB. Setelah melakukan sesi foto bersama, rombongan menuju Conference Room untuk mendapatkan penjelasan materi dari Mr. Puji Santoso, selaku principal IIS PSM Magetan. Acara dimulai dengan pembukaan oleh Mr. Novi selaku MC dan pembacaan tilawah dari sister Hasna (primary 1) yang membacakan Q.S Al-Bayyinah. Setelah itu, Mr. Puji memulai untuk menyampaikan materi mengenai School Background, School Identity, School Management and Work System. Peserta terlihat antusias mendengar materi yang disampaikan oleh Mr. Puji.

Rombongan dari SDI Tebu Ireng Jombang

Rombongan dari SDI Tebu Ireng Jombang

Setelah penjelasan materi, dibuka sesi tanya jawab. Beberapa pertanyaan yang diajukan adalah:

1) Bagaimana cara menyamakan kurikulum yang berbeda-beda (nasional, internasional, dan islamic)? Bagaimana dengan laporan ke pengawas? dan bagaimana dengan pembagian jam?

Jawab: Kurikulum di IIS PSM Magetan tetap full mengikuti Dinas Pendidikan. Untuk kurikulum internasional, bisa disesuaikan bab-nya dan diintegrasikan. InsyaAllah, siswa tetap mendapatkan semua materi serta tambahannya. Yang penting tidak mengurangi materi. Untuk penyampaian ke pengawas, tetap menggunakan bahasa Inggris, dan Alhamdulillah dapat diterima dengan baik.

2) Bagaimana sistem perekrutan tenaga-tenaga dan pembinaannya? Bagaimana jika beberapa guru atau karyawan bisa bahasa inggris tetapi kurang lancar pmembaca Al-Quran, dan sebaliknya?

Jawab: perekrutan tenaga di IIS PSM Magetan terdiri dari beberapa tahap antara lain Tes Bi’ah Islamiyah, Tes Bahasa Inggris, Pedagogy, Commitment, English Test,  Microteaching, dan Probation Periode. Untuk menyamakan kapasitas, baik guru maupun karyawan, mendapatkan training setiap pagi seperti membaca Al-Quran, pembacaan hadits, dan materi-materi mengajar.

3) Bagaimana dengan penggunaan dan pengelolaan bahasa Inggris terkait dengan lingkungan?

Jawab: Menyadari Bahasa Inggris yang masih asing di Magetan, penggunaan Bahasa Inggris tidak dipaksakan namun dibiasakan. English Team tetap memberikan program-program untuk memperkaya vocabularies dan melatih siswa agar terbiasa dengan Bahasa Inggris. Teachers juga dibiasakan untuk menggunakan Bahasa Inggris terlebih dahulu, untuk membuat siswa mengikuti penggunaaan Bahasa Inggris. Meskipun masih sulit, namun masih terus diusahakan dan dibiasakan.

Usai sesi tanya jawab, rombongan SDI Tebu Ireng Jombang melakukan tour ke kelas-kelas untuk melihat jalannya pembelajaran. Rombongan diajak berkeliling ke kelas-kelas primary. Setelah berkeliling kelas, rombongan kembali ke Conference Room untuk penyampaian kesan dan pemberian kenang-kenangan.

“Alhamdulillah banyak hal yang didapatkan mengenai system, tenaga pendidik maupun staff, dan lain-lain. Meskipun ada hal-hal yang berbeda tapi semoga spirit keIslamannya sama, dan memiliki tujuan yang sama untuk mencetak generasi Islam Sejati”, ujar Bapak Akhmad Mudhfar selaku Kepala Sekolah SDI Tebu Ireng Ir.Soedigno, Jombang. Acara ditutup dengan do’a dari Ustadz Ridho pada pukul 12.00 WIB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *