Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien (PSM) merupakan salah satu pondok pesantren salafiyah yang cukup terkenal di karesidenan Madiun. Pondok pesantren ini terletak di jantung kecamatan Takeran Kabupaten Magetan propinsi Jawa Timur, sekitar 16 kilometer dari arah Magetan dan sekitar 9 kilometer dari arah Madiun.

Umur pondok PSM sebenarnya sudah cukup tua, yakni di penghujung tahun 1800an. Pondok pesantren ini mulanya dirintis oleh Kyai Hasan Ulama dan dibantu oleh rekannya, Kyai Muhammad Ilyas pada tahun 1303 Hijriyah, atau sekitar tahun 1880. Mereka berdua adalah tokoh pemuka agama sekaligus ulama sufiyah yang sangat disegani oleh masyarakat di daerahnya pada waktu itu, yakni di Takeran. Sebelumnya, Kyai Hasan Ulama adalah pengikut setia Pangeran Diponegoro yang ketika itu terjadi peperangan melawan pasukan VOC. Kyai Khalifah (pangeran Kertapati), yakni ayahanda dari kyai Hasan Ulama turut dalam peperangan tersebut. Sedangkan beliau sendiri melarikan diri ke arah timur menuju daerah yang bernama Takeran. Sebelum tiba di Takeran, mereka sempat membangun semacam langgar di daerah Tegalrejo Ponorogo. Sesampainya di Takeran, mereka membangun sebuah pondok yang diberi nama pondok Takeran, yakni cikal bakal pondok PSM.

Model pendidikan pondok Takeran masih bersifat tradisional murni (bandongan, sorogan dan wetonan) dengan Kyai Hasan Ulama selaku mursyid (gurunya) dan berbasis tarekat Syathariyah. Beliau memimpin pondok Takeran hingga akhir hayatnya pada tahun 1920.

Setelah Kyai Hasan Ulama wafat, maka kepemimpinan pondok diteruskan olah anaknya, Kyai Imam Muttaqien. Model pendidikannya pun masih bersifat tradisional murni sebagaimana model pendidikan di masa Kyai Hasan Ulama. Beliau memimpin pondok hingga tahun 1936.

Setelah Kyai Imam Muttaqien wafat, kemudian diteruskan oleh anaknya, yaitu Kyai Imam Mursyid Muttaqien. Pada masa kepemimpinan beliaulah terjadi pembaharuan dan modernisasi, yang bermula bernama pondok Takeran berganti menjadi Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien (PSM) pada tanggal 16 September 1943. Model pendidikannya pun sudah selangkah menuju ke arah modernisasi, yakni ditandainya dengan munculnya lembaga pendidikan formal seperti sekolah-sekolah dan madrasah-madrasah. Walaupun begitu, PSM masih tetap memegang tradisi tarekat syathariyah sebagaimana halnya Pondok Takeran. Sehingga Pondok ini awalnya bernama Pondok Takeran kemudian berganti nama menjadi Pondok PSM hingga saat ini. (credit)

HUT PSM ke 74

HUT PSM ke 74

Perayaan HUT PSM

Pada hari Sabtu, 16 September 2017, diadakan upacara perayaan HUT PSM ke 74 yang bertempat di lapangan utama IIS PSM Magetan. Upacara ini dihadiri oleh guru dan murid dari sekolah-sekolah yang berada dalam naungan PSM, yaitu SMA Panca Bhakti Magetan, SMK Panca Bhakti Magetan, SLB Panca Bhakti Magetan, dan Islamic International School PSM Magetan. Upacara dimulai pada pukul 07.00 hingga pukul 09.00.  Upacara berjalan khidmad dan rapi.

Upacara Peringatan HUT PSM ke 74

Upacara Peringatan HUT PSM ke 74

Di akhir upacara, diumumkan pemenang-pemenang lomba futsal antar sekolah dan tahfidz untuk preschool/TK yang diadakan sebelumnya. Juara 1 Futsal adalah SLB Panca Bhakti Magetan. Sedangkan juara 1 tahfidz untuk preschool/TK adalah Sister Nina (preschool 3 Darussalam) IIS PSM Magetan. Marha.. Marha..

Perwakilan pemenang lomba futsal

Perwakilan pemenang lomba futsal

Para pemenang lomba tahfidz tingkat TK

Para pemenang lomba tahfidz tingkat TK

Acara ditutup dengan foto-foto di photobooth yang telah disiapkan. Alhamdulillah. Semoga Pesantren Sabilil Muttaqien dapat terus menjunjung visi dan misinya dalam mengembangkan ajaran islam, serta tetap berilmu, beramal, dan bertaqwa. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *